Investasi Banten Tembus Rp 19 Triliun dari Sektor Perumahan dan Kawasan Industri, Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Nasional
SERANG — Arus modal ke Banten tetap deras meski di tengah dinamika ekonomi global. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat realisasi investasi pada triwulan II-2025 paling banyak terserap di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, dengan nilai hampir Rp 19 triliun.
Angka tersebut berkontribusi besar mempertahankan posisi Banten di jajaran lima besar provinsi dengan investasi tertinggi di Indonesia, di bawah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.
Industri Kimia dan Farmasi Sumbang Rp 10 Triliun
Selain sektor properti, investasi di Banten juga ditopang industri kimia dan farmasi yang menyerap modal hingga Rp 10 triliun. Sektor perdagangan, jasa, dan transportasi menyusul dengan akumulasi sekitar Rp 12 triliun.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Rawindra Ardiansah menyebut sektor konstruksi menjadi salah satu pendorong utama. Tumbuh 7,35 persen, sektor ini diuntungkan pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan jalan tol, hingga program pembangunan 3 juta rumah.
"Untuk sektor investasi, paling banyak masuk di triwulan II itu di perumahan, kawasan industri, sama perkantoran. Nilainya hampir Rp 19 triliun sehingga perkokoh investasi Banten," ujar Rawindra di Serang, Jumat.
Kabupaten Tangerang Jadi Primadona, Pandeglang Tertinggal
Secara spasial, distribusi investasi masih timpang. Kabupaten Tangerang mencatat realisasi tertinggi dengan nilai Rp 29 triliun, sementara Kabupaten Pandeglang hanya Rp 0,4 triliun.
Lonjakan aktivitas konstruksi turut memicu realisasi pengadaan semen melesat dari 9 persen menjadi 19 persen. Kinerja investasi yang kokoh ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,49 persen secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,29 persen.
Belanja Pemerintah Tumbuh 10 Persen
Stabilitas ekonomi daerah juga ditopang akselerasi belanja pemerintah. Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan penguatan koperasi desa mendorong konsumsi pemerintah tumbuh hingga 10 persen secara tahunan.
Dengan kombinasi investasi swasta yang kuat dan stimulus fiskal pemerintah, prospek ekonomi Banten hingga akhir tahun diperkirakan tetap terjaga, meski pemerintah daerah perlu mendorong pemerataan investasi ke wilayah selatan seperti Pandeglang dan Lebak.