SERANG — Pembentukan TRC Berbudi ini menindaklanjuti tingginya panggilan yang masuk ke pusat layanan Serang Siaga 112. Sepanjang tahun ini, Diskominfo Kota Serang mencatat 18.428 panggilan dari warga.

Wali Kota Budi Rustandi menyatakan sudah menyetujui pembelian satu mobil jenazah untuk membantu masyarakat yang kesulitan. Seluruh biaya ditanggung Pemerintah Kota Serang.

"Bahkan saya sudah menyetujui dan akan membeli satu mobil jenazah untuk membantu masyarakat yang kesusahan. Jadi gratis, semua ditanggung oleh Pemerintah Kota Serang," kata Budi Rustandi saat rapat koordinasi.

Operator 112 Disorot soal Koordinasi Antarinstansi

Budi menginstruksikan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) lebih proaktif menanggapi laporan terusan dari operator 112. Ia menilai koordinasi antarinstansi masih lemah sehingga warga kerap mengadu langsung ke kepala daerah.

Wali kota tidak segan mengganti aparatur yang lamban merespons aduan. Ia menegaskan tidak akan memotong tunjangan kinerja, melainkan mencopot pejabat bersangkutan.

"Saya tidak akan memotong tunjangan kinerja, malah saya ganti. Diganti malah lebih enak kita itu," tegas Wali Kota.

Posko TRC Berbudi Dipusatkan di Kawasan Taman Makam Pahlawan

Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin memaparkan posko operasional terpadu TRC Berbudi akan dipusatkan pada aset bangunan di kawasan Taman Makam Pahlawan. Seluruh elemen kesiapsiagaan disatukan di lokasi itu agar pelayanan lebih terukur dan tidak parsial.

"Nanti mungkin ambulans standby di situ, petugasnya juga standby di situ. Yang paling penting bukan hanya petugas saja, mulai dari sopir, tenaga medis, peralatannya, termasuk juga biaya operasionalnya," urai Nanang.

Nanang meminta Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi operator penerima panggilan disempurnakan. Petugas dituntut lebih cakap mengarahkan laporan ke instansi tepat seperti BPBD, Dinas Sosial, atau Satpol PP.

Operator juga akan dilatih agar tidak melontarkan terlalu banyak pertanyaan yang membebani pelapor dalam situasi panik.

18.428 Panggilan Masuk, Prank Tergolong Sedikit

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang Triningsih menyebut layanan Serang Siaga 112 dinaungi Perwal Nomor 1 Tahun 2019. Layanan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Pengaduan yang masuk beragam, mulai dari evakuasi ular, tawon, banjir, pohon tumbang, orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), orang sakit, hingga permintaan ambulans yang paling sering.

Triningsih mengapresiasi warga Kota Serang yang dinilai semakin bijaksana memanfaatkan fasilitas kedaruratan. Jumlah panggilan fiktif atau prank yang masuk tergolong sangat sedikit.

"Kami juga memastikan, sesuai instruksi Wali Kota, seluruh operator dan perwakilan instansi harus bersiaga 1 kali 24 jam penuh untuk melayani masyarakat," katanya.

Reporter: Redaksi