Pemkot Tangerang Petakan 3 Zona Rawan Kekeringan, 8 Mobil Tangki Air Bersih Disiagakan di Wilayah Terdampak
TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memetakan tiga zona wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dini agar penanganan terhadap warga terdampak bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengungkapkan, zona pertama meliputi Kecamatan Batuceper, Neglasari, dan Cipondoh. Wilayah ini menjadi prioritas utama dalam kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Daftar Wilayah Tiga Zona Kekeringan di Kota Tangerang
Selain tiga kecamatan di zona pertama, terdapat dua zona lainnya yang masuk kategori rawan. Berikut rincian lengkap wilayah yang akan dipantau secara berkala:
- Zona 1: Kecamatan Batuceper, Neglasari, dan Cipondoh.
- Zona 2: Kecamatan Jatiuwung dan Cibodas.
- Zona 3: Kecamatan Pinang, Ciledug, dan Karang Tengah.
"Untuk wilayah yang telah ditetapkan masuk dalam zona, menjadi prioritas untuk dipantau secara berkala dari kondisi ketersediaan air maupun potensi kebakaran," kata Mahdiar dalam keterangannya, Rabu.
Antisipasi Kekeringan: 95 Personel Polisi dan 30 Tandon Air Disiapkan
Pemkot Tangerang tidak hanya melakukan pemetaan. Sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Unsur TNI melalui Koramil menyiagakan delapan unit mobil tangki air bersih yang siap didistribusikan ke lokasi terdampak.
Di sisi lain, Polres Metro Tangerang Kota menerjunkan 95 personel di seluruh Polsek. Mereka dilengkapi kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk mendukung penanganan kebakaran lahan dan permukiman.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang turut menyiapkan 30 unit tandon air. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu pemadaman kebakaran. "Jaringan hydrant di berbagai wilayah terus dipastikan berfungsi optimal," ujar Mahdiar.
Pasokan Air Baku Sungai Cisadane Turun 5 Persen, Perumda Tirta Benteng Pastikan Aman
Ketersediaan air baku menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau. Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi pelanggan tetap aman, meskipun terjadi penurunan debit air.
Saat ini sekitar 99 persen sumber air baku Kota Tangerang masih mengandalkan Sungai Cisadane. Debit air disebut mengalami penurunan sekitar lima persen akibat kemarau, namun kualitas dan ketersediaannya dinilai masih mencukupi kebutuhan pelanggan.
El Nino Masih Aktif, Puncak Kemarau Diprediksi Hingga September 2026
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kota Tangerang masih berada dalam periode musim kemarau dengan curah hujan rendah yang diprediksi berlangsung hingga September 2026. Fenomena El Nino yang masih aktif turut meningkatkan potensi kekeringan meteorologis.
Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat. Pemkot Tangerang mengimbau warga untuk bijak menggunakan air dan melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran atau kekeringan di lingkungan tempat tinggalnya.