9 Harga Pangan di Banten Naik pada 14 Agustus 2026, Daging Ayam Ras Tembus Rp 39.292 dan Cabai Merah Keriting Turun
SERANG — Pergerakan harga kebutuhan pokok di Banten pada Jumat (14/8/2026) sore menunjukkan tren beragam. Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag) yang dirilis pukul 15.44 WIB mencatat mayoritas komoditas masih berada di zona kenaikan, meski beberapa bahan pangan pokok mulai menunjukkan penurunan.
Dari pantauan tersebut, sebanyak 9 komoditas tercatat naik, 2 komoditas turun, dan 5 komoditas lainnya bertahan stabil. Kenaikan ini berpotensi memberatkan daya beli warga, terutama untuk kebutuhan protein harian dan bumbu dapur.
Daging Ayam Ras Naik Tipis, Telur Ikut Menguat
Daging ayam ras menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi hari ini, melonjak Rp 375 atau 0,96 persen menjadi Rp 39.292 per kilogram. Kenaikan ini biasanya dipengaruhi oleh fluktuasi harga doc (day old chicken) dan biaya pakan di tingkat peternak.
Harga telur ayam ras juga ikut menguat 0,5 persen ke posisi Rp 25.146 per kg. Sementara itu, daging sapi paha belakang masih bertahan di harga Rp 144.167 per kg tanpa perubahan berarti.
Cabai Rawit dan Bawang Masih Menyala, Cabai Keriting Justru Turun
Kelompok bumbu dapur masih menunjukkan gejolak. Cabai rawit merah naik tipis 0,5 persen menjadi Rp 50.375 per kg, menjadikannya komoditas termahal kedua setelah daging sapi. Cabai merah besar stabil di angka Rp 45.208 per kg.
Berbeda dengan kerabatnya, cabai merah keriting justru mengalami penurunan paling tajam. Harganya susut Rp 834 atau 2,1 persen menjadi Rp 38.958 per kg. Penurunan ini bisa jadi sinyal mulai membaiknya pasokan dari petani di dataran tinggi.
Bawang merah juga masih merangkak naik 0,85 persen ke level Rp 34.750 per kg. Bawang putih honan ikut menguat 0,61 persen menjadi Rp 34.667 per kg.
Minyak Goreng dan Gula Kompak Naik, Beras Medium Melandai
Kebutuhan pokok lainnya juga bergerak naik. Minyak goreng sawit kemasan premium naik 0,58 persen menjadi Rp 21.625 per liter. Minyak goreng curah menguat lebih tipis, 0,25 persen, ke angka Rp 18.881 per liter. Adapun Minyakita masih stabil di Rp 15.700 per liter.
Gula pasir curah naik 0,34 persen menjadi Rp 18.250 per kg. Tepung terigu juga menguat 0,34 persen ke harga Rp 12.104 per kg.
Di sisi lain, beras medium justru turun tipis 0,23 persen menjadi Rp 13.258 per kg. Beras premium masih bertahan di harga Rp 14.800 per kg, sama seperti kedelai impor yang stabil di Rp 13.611 per kg.
Apa Dampaknya bagi Warga Banten?
Dengan masih tingginya harga cabai rawit dan bawang merah, ibu rumah tangga di Banten perlu merencanakan belanja lebih cermat. Namun, penurunan harga cabai keriting dan beras medium bisa sedikit meringankan beban pengeluaran harian.
Pemantauan SP2KP Kemendag ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan harga lebih lanjut, termasuk kemungkinan operasi pasar jika harga terus merangkak naik menjelang akhir pekan.