SPOK 2026 FKIP Untirta Ditutup dengan Tanam 300 Pohon, Mahasiswa Baru Ikut Menanam Albasiah dan Jambu

Mahasiswa baru FKIP Untirta menanam bibit pohon albasiah dan jambu dalam penutupan SPOK 2026 di area kampus, Sabtu (15/8/2026).
Penulis: Rapli
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:45:01 WIB

SERANG — Rangkaian kegiatan Seputar Pengenalan Organisasi Kemahasiswaan (SPOK) 2026 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi berakhir. Penutupan ditandai dengan aksi menanam 300 pohon yang melibatkan mahasiswa baru di area Kampus FKIP, Sabtu (15/8/2026).

Jenis tanaman yang dibenamkan ke tanah adalah pohon albasiah dan jambu. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengenalan awal mahasiswa baru pada lingkungan kampus yang hijau dan asri.

Green Campus dan Ruang Praktikum Mahasiswa

Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Untirta, Enggar Utari, menegaskan bahwa penanaman pohon ini merupakan langkah konkret mewujudkan visi fakultas. Ia ingin kampus tidak didominasi bangunan, melainkan dipenuhi pepohonan yang rindang.

“Kegiatan ini sesuai dengan visi kita yaitu green campus agar kelihatan warna hijaunya dulu, paling enggak bukan bangunannya, tapi hijau royoroyo, segar, teduh,” kata Enggar.

Menurut Enggar, keberadaan tanaman di lingkungan kampus memiliki fungsi ganda. Selain mempercantik, area hijau ini kelak bisa dimanfaatkan mahasiswa sebagai tempat praktikum.

“Kegiatan ini mengarah ke pelestarian lingkungan dan sekaligus meminta mahasiswa merawat dan bisa dijadikan sebagai tempat praktikum,” ujarnya.

Simbol Tumbuh Kembang Mahasiswa di Kampus

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FKIP Untirta, Robby Zidny, memaknai kegiatan ini lebih dalam. Ia mengajak mahasiswa baru melihat pohon yang ditanam sebagai cerminan perjalanan mereka menuntut ilmu.

“Dengan cara menanam pohon, nanti pohon akan memberikan hasil kepada kita juga. Pohon ini akan diingat, menjadikan mereka awal pertama kali masuk ke sini sampai dengan tumbuh besar bahkan berbuah, berarti mencerminkan bagaimana mahasiswa bertumbuh di kampus hijau ini,” tutur Robby.

Ia berharap seluruh bibit yang ditanam dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga kampus.

“Harapannya semoga pohonnya bertumbuh subur, FKIP semakin hijau dan juga semakin rindang sehingga memberikan keberkahan bagi lingkungan sekitar,” harapnya.

Mahasiswa Baru: Tanaman Adalah Jantung Dunia

Partisipasi mahasiswa baru dalam aksi ini mendapat sambutan positif. Said, salah satu peserta, menilai keberadaan tanaman sangat krusial bagi kualitas udara dan lingkungan.

“Tanaman merupakan jantung dunia. Saya harap semua mahasiswa bisa menjaga semua tanaman di sini karena bagaimanapun kita sebagai manusia perlu peka terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Said.

Senada dengan Said, Dimas berharap aksi tanam ini tidak berhenti sampai di sini. Ia menginginkan seluruh mahasiswa memiliki rasa memiliki dan merawat tanaman secara berkelanjutan agar Kampus FKIP Untirta semakin nyaman untuk kegiatan belajar.

Melalui gerakan ini, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada kehidupan organisasi, tetapi juga diajak memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar FKIP Untirta.***

Reporter: Rapli