Harga Emas Tembus USD4.416 per Troy Ons, Dolar AS Terpuruk ke Level Psikologis 100

Indeks dolar AS tertekan ke level psikologis 100, mendorong harga emas menembus rekor USD4.416 per troy ons.
Penulis: Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:43:32 WIB

BANTEN — Koreksi dolar AS ke kisaran level 100 yang secara psikologis penting menjadi katalis utama penguatan emas hari ini. Indeks dolar yang tertekan biasanya berbanding terbalik dengan harga komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas. Kondisi ini terjadi di tengah sinyal melambatnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat, yang memicu spekulasi bahwa The Fed akan mengendurkan sikap hawkish-nya.

Stagflasi Mulai Diperhitungkan Pasar

Bart Melek, ahli strategi komoditas global di TD Securities, menilai pasar mulai menggeser fokus dari tekanan inflasi semata ke risiko stagflasi. Artinya, pertumbuhan ekonomi melambat sementara inflasi tetap bertahan di level yang cukup tinggi.

"Faktor besar di sini adalah dolar AS telah melemah ke level 100 yang secara psikologis penting," ujar Melek, dikutip Reuters.

Ia menambahkan, pasar tenaga kerja yang mendingin memberikan ruang bagi The Fed untuk menahan diri menaikkan suku bunga lebih jauh. Ekspektasi ini meredupkan daya tarik aset berimbal hasil seperti obligasi pemerintah AS, sehingga investor beralih ke emas yang tidak memberikan bunga namun dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian.

Ketegangan Timur Tengah Menjadi Pengaman Tambahan

Selain faktor moneter, investor juga masih mencermati eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan yang belum mereda meningkatkan permintaan safe haven, mendorong aliran dana masuk ke pasar emas fisik maupun produk investasi berbasis emas.

Kombinasi antara pelemahan dolar, perubahan ekspektasi suku bunga, dan risiko geopolitik menciptakan lingkungan yang kondusif bagi logam mulia. Emas kerap menjadi pilihan utama investor ketika ketiga faktor tersebut bergerak bersamaan.

Apa Dampaknya Bagi Investor?

Bagi investor yang memegang posisi emas, reli ini memperkuat keuntungan portofolio di tengah volatilitas pasar keuangan global. Namun, pergerakan harga yang cepat juga membuka peluang koreksi teknikal jika data ekonomi AS mendatang lebih kuat dari perkiraan.

Pasar kini menanti rilis data inflasi dan klaim pengangguran AS pekan ini untuk mengonfirmasi arah kebijakan moneter The Fed. Data yang lebih lemah dari ekspektasi berpotensi mendorong harga emas menuju rekor baru, sementara data yang kuat bisa memicu aksi ambil untung.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Redaksi