Pertamina Drilling Siapkan 58 Rig dan 110 Layanan Sumur untuk Kejar Target Produksi Migas Nasional

Pertamina Drilling menyiagakan 58 rig dan 110 unit layanan sumur untuk mendukung target produksi migas nasional.
Penulis: Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:40:31 WIB

BANTEN — Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pertamina Drilling memastikan kesiapan kapabilitasnya untuk mendorong produksi migas nasional. Perusahaan anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) itu mengelola 53 rig darat berkapasitas 150 hingga 2.000 tenaga kuda, dua unit offshore workover rig, serta dua rig jack-up lepas pantai melalui skema aliansi strategis.

Selain armada rig, perusahaan juga memiliki lebih dari 110 peralatan pendukung yang mencakup directional drilling, cementing, fracturing, hingga mud logging. Kapasitas ini menjadi tulang punggung operasi pengeboran yang tersebar di berbagai wilayah kerja Pertamina.

Semangat Kemerdekaan dan Target Produksi

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita menegaskan bahwa peningkatan produksi migas tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan ekosistem hulu yang kuat, mulai dari teknologi, peralatan, hingga sumber daya manusia yang kompeten.

"Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan melalui kontribusi nyata bagi negeri. Bagi Pertamina Drilling, salah satunya adalah memastikan kapabilitas pengeboran dan layanan sumur dapat memberikan dukungan maksimal terhadap peningkatan produksi migas nasional," ujar Avep saat melakukan kunjungan ke rig PDSI#11.2/N80B(B1) di wilayah kerja Pertamina EP Cepu, Field Papua, Rabu (12/8).

Menurutnya, optimalisasi pengeboran dan percepatan penyelesaian sumur menjadi kunci efisiensi. Penerapan digitalisasi juga terus didorong untuk menjaga keselamatan operasi sekaligus menekan biaya.

Dari Penyedia Rig Menjadi Mitra Strategis

Pertamina Drilling kini bertransformasi dari sekadar penyedia jasa rig menjadi mitra layanan pengeboran terintegrasi. Perusahaan memperluas portofolio layanan seperti geomechanics, casing and tubing running, hingga hydraulic fracturing untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks.

Penguatan kompetensi tenaga kerja juga menjadi prioritas. Melalui Indonesia Drilling Training Center (IDTC), perusahaan memastikan ketersediaan tenaga kerja yang selaras dengan perkembangan teknologi pengeboran terkini.

Di sisi lain, ekspansi regional terus dijajaki. Jejak operasi di luar negeri menjadi bukti bahwa perusahaan nasional mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus membuka peluang pendapatan baru di tengah tekanan efisiensi industri hulu migas.

Ketahanan Energi dan Kedaulatan Bangsa

Avep menambahkan, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa ketahanan energi adalah bagian dari kedaulatan bangsa. Setiap sumur yang dikerjakan bukan sekadar aktivitas bisnis, melainkan kontribusi untuk energi industri, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Keselamatan, keandalan, efisiensi, inovasi, dan kompetensi SDM akan terus menjadi fondasi kami," tegasnya.

Dengan pengalaman operasional sejak 2008, Pertamina Drilling meyakini penguatan kapasitas nasional di sektor jasa hulu migas akan semakin krusial. Perusahaan berkomitmen mengambil peran dalam mewujudkan target peningkatan produksi migas sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia menghadapi tantangan transisi energi ke depan.

Reporter: Redaksi