Dosen Universitas Pamulang Latih Guru SMK Bintang Nusantara Tangsel Kembangkan Media Ajar Interaktif Berbasis Microsoft Office

Dosen Universitas Pamulang melatih guru SMK Bintang Nusantara Tangsel mengembangkan media ajar interaktif berbasis Microsoft Office.
Penulis: Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:45:31 WIB

TANGERANG SELATAN — Puluhan guru SMK Bintang Nusantara (Binusa), Pondok Aren, kini punya bekal baru merancang materi ajar yang lebih hidup. Tim dosen Universitas Pamulang melatih mereka memanfaatkan fitur lanjutan Microsoft Office—mulai dari PowerPoint, Excel, hingga Word—dalam kegiatan yang berlangsung Kamis (3/10/2024) di Jl. Jombang Raya No.15, Pd. Kacang Tim., Kec. Pd. Aren.

Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai Ahmad, S.Kom., M.Kom., dengan anggota Indra Kristianto, S.Kom., M.Kom., dan Yudi Maulana, S.T., M.T. Tim berkoordinasi dengan koordinator pendidikan setempat untuk menghadirkan fasilitas pelatihan bagi para pendidik.

Mengapa Guru Butuh Media Ajar Interaktif?

Kebutuhan media pembelajaran efektif terus meningkat seiring perkembangan teknologi. Di era digital, pemanfaatan software yang familier seperti Microsoft Office menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tanpa perlu perangkat atau aplikasi tambahan yang rumit.

SMK Bintang Nusantara berupaya memberikan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Namun, tantangan menciptakan media ajar interaktif dan tidak monoton masih kerap dihadapi para pendidik.

Keterampilan yang Diberikan kepada Guru

Materi pelatihan dirancang langsung menjawab kebutuhan kelas. Para guru diajak praktik membuat presentasi interaktif di PowerPoint dengan memanfaatkan fitur animasi dan hyperlink agar siswa tidak sekadar membaca teks.

Pelatihan Excel difokuskan pada simulasi perhitungan dan visualisasi data. Sementara itu, Word digunakan untuk menyusun modul dan lembar kerja siswa (LKS) yang lebih tertata dan menarik.

Empat Target Utama Program

Program ini tidak berhenti pada penguasaan teknis. Ada empat sasaran yang ingin dicapai tim pengabdi:

  • Menguasai teknik pembuatan media pembelajaran interaktif.
  • Meningkatkan motivasi belajar siswa lewat media yang menarik.
  • Memberikan solusi praktis pemanfaatan teknologi yang tersedia.
  • Membekali siswa dengan keterampilan digital dasar yang relevan dengan dunia kerja.

Survei Kebutuhan Sebelum Pelatihan

Metode pelaksanaan tidak serta-merta langsung memberi materi. Tim pengabdi lebih dulu melakukan analisis kebutuhan melalui survei awal kepada guru dan siswa untuk memetakan materi pelajaran yang memerlukan pendekatan interaktif.

Hasil survei menjadi dasar penyusunan modul pelatihan, sehingga materi yang diberikan sesuai dengan kondisi dan tantangan di lapangan. Pendekatan ini diharapkan membuat hasil pelatihan langsung bisa diterapkan di kelas.

Reporter: Redaksi