Raja Juli Tinjau Langsung ke Jambi, Pastikan Instruksi Prabowo Soal Karhutla Berjalan Nyata

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Daops Manggala Agni Jambi.
Penulis: Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:02:32 WIB

NAVIGASI.CO.ID — Instruksi Presiden Prabowo Subianto soal penanganan karhutla kembali ditegaskan di tingkat daerah. Kali ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sengaja terbang ke Jambi untuk memastikan arahan tersebut benar-benar dieksekusi, bukan berhenti di meja rapat.

Kunjungan kerja itu dipusatkan di Daops Manggala Agni Jambi. Raja Juli memimpin langsung rapat koordinasi yang dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, perwakilan BNPB, BMKG, Kapolda Jambi, Kajati Jambi, Danrem 042/Garuda Putih, serta relawan Manggala Agni.

Mandat Langsung dari Istana

Kehadiran Raja Juli di Jambi bukan tanpa alasan. Ia mengaku mendapat mandat khusus dari Presiden Prabowo untuk melakukan audit atas implementasi kebijakan yang telah diperintahkan sebelumnya. Sebelumnya, Presiden memang sempat meninjau langsung Kalimantan Barat.

"Sesuai dengan perintah Pak Presiden Prabowo Subianto kepada saya, saya diminta untuk terus turun ke lapangan. Kemarin Pak Presiden ke Kalimantan Barat sebelumnya, kemudian beliau perintahkan saya untuk mengecek kembali apakah perintah-perintah yang beliau sampaikan baik kepada K/L di pusat maupun di daerah sudah diimplementasi atau belum, sudah dieksekusi atau belum," kata Raja Juli.

Rapat Harus Produktif, Bukan Omon-omon

Dalam kesempatan itu, Raja Juli mengingatkan gaya kepemimpinan Prabowo yang tidak suka birokrasi bertele-tele. Ia menyebut, Presiden kerap menekankan agar setiap rapat menghasilkan percepatan penanganan di titik-titik api.

"Saya nanti akan cek kira-kira apa perintah beliau yang belum terlaksanakan. Ya nanti satu per satu kita akselerasi agar, beliau selalu katakan, rapat itu produktif, jangan omon-omon saja. Jadi apa yang diperintahkan, kita laksanakan," tegasnya.

Raja Juli juga menjamin pemerintah akan hadir di lapangan secara lintas sektoral. Pengerahan sumber daya melibatkan BMKG untuk prakiraan cuaca, BNPB untuk respons cepat, TNI-Polri untuk pengamanan, serta Masyarakat Peduli Api di tingkat akar rumput.

"Jangan ragu pemerintah hadir di lapangan. Kita berkomitmen untuk bekerja keras semua terjun ke lapangan tapi tentu seperti yang dikatakan doa juga penting," pungkasnya.

Reporter: Redaksi