Proyek Rp115 Triliun di Jakarta: 37 Sektor Sampah hingga TOD Disiapkan
NAVIGASI.CO.ID — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan proyek-proyek tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dirancang untuk mendukung pengembangan Jakarta secara terintegrasi. "Kami dengan bangga memperkenalkan portofolio 37 proyek investasi strategis di Jakarta dengan total nilai indikatif sekitar Rp115 triliun, atau US$5 miliar," ujarnya di Hotel Shangri-La Jakarta.
ITF Sunter: Proyek Sampah Jadi Listrik Rp5,3 Triliun
Salah satu proyek prioritas yang ditawarkan adalah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy). Proyek ini memiliki estimasi nilai investasi Rp5,3 triliun dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 2.020 ton per hari.
"ITF Sunter dirancang untuk mengurangi volume sampah lebih dari 80 persen sekaligus menghasilkan listrik hingga 35 megawatt (MW)," jelas Pramono. Proyek ini menjadi bagian dari komitmen Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dan mengejar target zero dumping pada 2028.
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah dukungan bagi investor yang tertarik merealisasikan proyek ini. Dukungan tersebut mencakup penyediaan lahan, jaminan pasokan sampah, biaya layanan sampah, serta kerangka regulasi pendukung yang jelas.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Danantara
Pramono menegaskan bahwa berinvestasi di Jakarta akan sangat menguntungkan karena mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk Danantara. Pemprov DKI Jakarta membuka peluang bagi investor untuk membawa modal, teknologi, keahlian, serta model bisnis inovatif.
"Melalui portofolio ini, kami mengundang investor tidak hanya untuk berinvestasi pada proyek individual, tetapi juga ikut membentuk babak berikutnya dari pertumbuhan Jakarta," jelasnya.
Dampak bagi Pengelolaan Sampah dan Transportasi Publik
Kehadiran ITF Sunter diharapkan menjawab persoalan klasik volume sampah Jakarta yang kerap menumpuk. Dengan kapasitas 2.020 ton per hari, fasilitas ini mampu memangkas volume sampah secara signifikan sekaligus menyumbang pasokan listrik ke jaringan.
Di sektor transportasi, proyek TOD yang ditawarkan sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi kemacetan dan mendorong integrasi moda transportasi publik. Investor yang masuk akan berkontribusi pada pengembangan kawasan berorientasi transit yang terhubung dengan jaringan kereta rel listrik dan moda lainnya.
"Kami mengundang investor dan mitra untuk melihat lebih dekat ITF Sunter dan mengeksplorasi bagaimana kita dapat bekerja sama mengubah tantangan ini menjadi solusi perkotaan yang berkelanjutan sekaligus peluang investasi yang layak," tandas Pramono.