BGN Suspend 1.276 SPPG Program MBG, 654 Dapur Terancam Ditutup Permanen
JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menindak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sebanyak 1.276 SPPG ditangguhkan sementara. Dari jumlah itu, 654 dapur terancam ditutup permanen.
Penangguhan ini bagian dari upaya BGN menjaga keamanan dan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tegas diambil setelah BGN memantau dan mengawasi kepatuhan SPPG di berbagai daerah.
Rincian Status SLHS dari 1.276 SPPG yang Disuspend
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengungkapkan, dari 1.276 SPPG yang ditangguhkan, 821 SPPG masih dalam proses pendaftaran SLHS. Sementara itu, 447 SPPG telah mendaftar tetapi dinyatakan tidak memenuhi syarat dan kelayakan.
“Kesehatan dan keselamatan penerima manfaat adalah prioritas utama. Kami tidak akan berkompromi terhadap standar kebersihan dan sanitasi,” ujar Ketut, Rabu (16/9/2026).
Selain itu, 8 SPPG belum terkonfirmasi status SLHS-nya. BGN menegaskan penangguhan ini bersifat sementara. Namun, bagi yang tidak kunjung memenuhi syarat, penutupan permanen menjadi konsekuensi yang harus diterima.
Mengapa SLHS Menjadi Syarat Mutlak Program MBG?
Menurut Ketut, SLHS bukan sekadar persyaratan administratif. Sertifikat itu memastikan proses penyediaan makanan memenuhi standar higiene dan sanitasi.
“SLHS bukan sekadar persyaratan administratif. Sertifikat tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan proses penyediaan makanan memenuhi standar higiene dan sanitasi,” kata Ketut.
Setiap SPPG yang beroperasi wajib memiliki SLHS yang sah dan masih berlaku. BGN akan terus melakukan pemantauan berkala untuk memastikan tidak ada dapur yang beroperasi tanpa memenuhi standar kebersihan.
Dampak Penangguhan bagi Layanan MBG di Daerah
Penangguhan 1.276 SPPG ini berpotensi memengaruhi distribusi makanan bagi penerima manfaat MBG di sejumlah wilayah. BGN belum merinci daerah mana saja yang terdampak. Proses pendataan dan verifikasi masih berjalan.
SPPG yang masih dalam proses pendaftaran SLHS diberikan kesempatan melengkapi persyaratan. Sementara itu, 447 SPPG yang dinyatakan tidak memenuhi syarat harus melakukan perbaikan atau menghadapi penutupan permanen.
BGN memastikan penangguhan ini tidak menghentikan total layanan MBG. Dapur-dapur yang telah memenuhi standar tetap beroperasi untuk melayani penerima manfaat.
Langkah Selanjutnya dari BGN
BGN akan terus mengawasi SPPG yang ditangguhkan. Dapur yang berhasil memenuhi persyaratan SLHS dapat kembali beroperasi setelah melalui verifikasi ulang.
“Kami tidak akan berkompromi terhadap standar kebersihan dan sanitasi,” tegas Ketut, menegaskan komitmen BGN terhadap kualitas Program MBG.
Hingga berita ini diturunkan, BGN belum merilis daftar lengkap SPPG yang ditangguhkan maupun yang terancam ditutup permanen. Proses verifikasi dan pendataan masih berlangsung.