Breaking

Realisasi Investasi Lebak Capai Rp1,19 Triliun di Semester I 2026, Serap 5.840 Tenaga Kerja Baru

FE
Rabu, 05 Agustus 2026
Realisasi Investasi Lebak Capai Rp1,19 Triliun di Semester I 2026, Serap 5.840 Tenaga Kerja Baru
Realisasi investasi Kabupaten Lebak mencapai Rp1,19 triliun pada semester I 2026, menyerap 5.840 tenaga kerja baru.

LEBAK — Arus modal yang masuk ke Kabupaten Lebak pada paruh pertama 2026 menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Berdasarkan Laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi Januari-Juni tercatat Rp1,19 triliun, dengan kontribusi triwulan I sebesar Rp580 miliar dan triwulan II Rp607 miliar.

Analis Kebijakan Madya DPMPTSP Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, menyampaikan bahwa kepercayaan investor terhadap daerahnya terus meningkat. Kebijakan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki yang menjadikan daerah itu sebagai kawasan iklim investasi kondusif disebut menjadi daya tarik utama.

PMDN Dominasi, Tiongkok dan Singapura Pimpin Investasi Asing

Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp885 miliar yang tersebar di 1.212 proyek. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp302 miliar dari 192 proyek.

Investor asing yang menanamkan modalnya di Lebak berasal dari lima negara, yakni Tiongkok, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Hongkong.

Sektor Listrik dan Transportasi Jadi Primadona

Lima sektor utama penyumbang investasi terbesar di Lebak pada periode ini adalah Listrik, Gas, dan Air dengan nilai Rp269 miliar, disusul Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi sebesar Rp266 miliar.

Di posisi berikutnya, sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran mencatatkan Rp183 miliar. Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan membukukan Rp66 miliar, sedangkan Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin, dan Peralatannya mencapai Rp60 miliar.

Target 2026: Optimisme di Tengah Proyek Infrastruktur Baru

"Kita optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp1,41 triliun bisa terealisasi, karena realisasi semester I tercapai Rp1,19 triliun atau 84 persen," kata Robertus Erwin, Rabu.

Pemerintah daerah menilai pencapaian ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lebak. Kemudahan proses perizinan berusaha dan penguatan ekosistem investasi yang dilindungi peraturan daerah setempat menjadi jaminan keamanan bagi pelaku usaha.

Robertus menambahkan, prospek investasi ke depan semakin terbuka lebar seiring beroperasinya Tol Serang-Panimbang dan Commuter Line (KRL) rute Rangkasbitung-Jakarta. Kedekatan wilayah dengan Bandara Soekarno-Hatta turut menjadi nilai tambah yang diprediksi menarik minat investor baru.

Sumber: banten.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua