Breaking

Pemkot Tangsel Gelontorkan Rp4 Miliar untuk 72 PAUD, Targetkan Angka Partisipasi Sekolah Naik Signifikan

AL
Rabu, 05 Agustus 2026
Pemkot Tangsel Gelontorkan Rp4 Miliar untuk 72 PAUD, Targetkan Angka Partisipasi Sekolah Naik Signifikan
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalokasikan Rp4 miliar untuk bantuan sarana penunjang pembelajaran bagi 72 lembaga PAUD pada 2026.

TANGERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan memastikan bantuan sarana penunjang pembelajaran untuk PAUD akan menjangkau 115 satuan pendidikan pada 2026. Sebanyak 72 lembaga menerima bantuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni, sementara sisanya dialokasikan melalui anggaran perubahan.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik sejak usia dini agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter.

"Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, kita harus memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik sejak usia dini agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan," ujar Benyamin dalam keterangannya, Rabu.

Prioritas dalam RPJMD 2025–2029

Program peningkatan sarana prasarana PAUD ini merupakan salah satu program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2025–2029. Pemerintah kota menilai pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini melalui penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dindikbud Kota Tangsel Rizkia Fitria menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan meliputi berbagai kebutuhan pokok ruang kelas. Beberapa di antaranya meja dan kursi anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, serta alat peraga edukatif.

Proses Seleksi Lembaga Penerima Bantuan

Penetapan lembaga penerima bantuan tidak dilakukan secara acak. Dindikbud Tangsel menerapkan proses monitoring dan evaluasi yang melibatkan pengawas PAUD formal dan penilik pendidikan nonformal.

"Ada meja, kursi untuk anak-anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, alat peraga edukatif, dan kebutuhan lainnya. Pengawas dan penilik memastikan setiap lembaga yang menerima bantuan benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan sarana pembelajaran," kata Rizkia.

Proses seleksi ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan diberikan kepada lembaga yang paling membutuhkan. Dengan demikian, setiap rupiah dari anggaran Rp4 miliar tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Tangsel.

Sumber: banten.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua