115 Pelanggaran Bikin Manchester City Diadili, Ini Pemain 2009-2018
NAVIGASI.CO.ID — Manchester City dinyatakan bersalah atas 115 pelanggaran aturan Premier League, termasuk menyusun kontrak palsu dengan sejumlah mitra komersial untuk menggelembungkan pendapatan dan menekan biaya. Selama periode 2009-2018 itu, City mendatangkan puluhan pemain yang membentuk fondasi era keemasan mereka, dari Gareth Barry hingga Aymeric Laporte.
Premier League menuduh Manchester City mengatur kontrak yang menyesatkan dengan sejumlah mitra komersialnya. Skema itu disebut membantu menggelembungkan pendapatan klub sekaligus menekan pengeluaran. Efeknya, City bisa membeli pemain-pemain yang seharusnya di luar jangkauan mereka.
Dari 2009 sampai 2018, klub asal Etihad itu merekrut nama-nama besar dengan nilai yang kala itu terbilang fantastis. Berikut jejak belanja mereka di sepanjang periode tersebut.
Gareth Barry hingga Carlos Tevez Buka Keran Belanja 2009
Gareth Barry diboyong dari Aston Villa dengan harga 12 juta poundsterling pada 2009. Gelandang timnas Inggris itu langsung jadi penanda keseriusan City di bursa transfer.
Di tahun yang sama, City memecahkan rekor transfer Premier League saat mendatangkan Carlos Tevez dari Manchester United senilai 25,5 juta poundsterling. Penyerang Argentina itu menjadi pembelian terbesar di jendela transfer musim panas 2009.
Nama lain yang menyusul: Roque Santa Cruz (18 juta poundsterling), Emmanuel Adebayor (25 juta poundsterling), Kolo Toure (16 juta poundsterling), dan Joleon Lescott (22 juta poundsterling).
Yaya Toure dan David Silva, Fondasi Gaya Permainan City
Pada 2010, City mendatangkan Yaya Toure dari Barcelona senilai 24 juta poundsterling. Gelandang Pantai Gading itu menjadi bukti pertama bahwa City mampu bersaing di level Eropa.
David Silva datang dengan harga yang sama dari Valencia. Gelandang Spanyol itu kelak mendefinisikan gaya permainan Pep Guardiola sebelum sang pelatih tiba.
Mario Balotelli (24 juta poundsterling), James Milner (18 juta poundsterling plus Stephen Ireland), dan Aleksandar Kolarov (16 juta poundsterling) melengkapi belanja besar tahun itu.
Sergio Aguero dan Gol yang Mengubah Sejarah Klub
Sergio Aguero tiba dari Atletico Madrid pada 2011 dengan harga 36 juta poundsterling. Penyerang Argentina itu mencetak gol penentu gelar di musim pertamanya.
Aguero memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub. Ia menjadi wajah generasi baru bagi pendukung Etihad.
Samir Nasri (24 juta poundsterling) dan Gael Clichy (10 juta poundsterling) juga datang dari Arsenal di periode yang sama. Edin Dzeko menyusul dengan harga 27 juta poundsterling.
Kevin De Bruyne, Pembelian Terbesar Era Pra-Guardiola
Kevin De Bruyne dibeli dari Wolfsburg senilai 55 juta poundsterling pada 2015. Nilai itu memecahkan rekor transfer City sekaligus menjadi kesepakatan termahal di Inggris saat itu.
Gelandang Belgia itu mengoleksi 14 trofi mayor, 108 gol, dan puluhan assist. Ia disebut-sebut sebagai pesepak bola paling berpengaruh dalam sejarah City.
Raheem Sterling (44 juta poundsterling), Nicolas Otamendi (28 juta poundsterling), dan Fabian Delph (8 juta poundsterling) tiba di jendela transfer yang sama.
Era Guardiola dan Belanja Pertahanan Termahal
Ilkay Gundogan menjadi pembelian pertama era Guardiola pada 2016 dengan harga 20 juta poundsterling. Gelandang Jerman itu kelak menjadi kapten klub.
John Stones menyusul sebagai bek termahal Inggris saat itu, 48 juta poundsterling dari Everton. Leroy Sane (37 juta poundsterling) dan Claudio Bravo (15 juta poundsterling) juga bergabung.
Pada 2017, City menggelontorkan dana besar untuk lini belakang: Kyle Walker (45 juta poundsterling), Benjamin Mendy (49 juta poundsterling), dan Danilo (27 juta poundsterling). Ederson datang dengan harga 35 juta poundsterling.
Aymeric Laporte menjadi pembelian terakhir di periode ini pada 2018, senilai 57 juta poundsterling dari Athletic Bilbao. Bek Prancis itu menjadi salah satu bek terbaik Liga Inggris selama lima setengah musim.
Dari deretan nama itu, sejumlah pemain menjelma jadi legenda klub. Nama lain hanya singgah sebentar sebelum dijual atau dipinjamkan ke klub lain.